Menteri PPPA Minta Maaf atas Usulan Posisi Gerbong Wanita Usai Insiden Bekasi Timur
By Admin
Menteri PPPA Arifah Fauzi/ SS. IG PPPA
nusakini.com, Jakarta — Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menyampaikan permohonan maaf kepada publik terkait pernyataannya yang menuai polemik mengenai usulan pemindahan posisi gerbong khusus wanita di KRL.
Permintaan maaf tersebut disampaikan Arifah melalui akun resmi Kementerian PPPA pada Rabu (29/4/2026), menyusul kritik atas pernyataannya yang disampaikan sehari sebelumnya setelah insiden kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur.
“Terkait pernyataan saya pasca insiden kecelakaan kereta di Bekasi Timur, saya menyadari bahwa pernyataan tersebut kurang tepat,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, terutama kepada korban dan keluarga korban yang terdampak secara emosional akibat pernyataan tersebut.
Sebelumnya, pada Selasa (28/4/2026), Arifah mengusulkan kepada PT Kereta Api Indonesia (KAI) agar gerbong khusus perempuan ditempatkan di bagian tengah rangkaian kereta. Menurutnya, posisi di bagian depan atau belakang dinilai kurang ideal dari aspek keselamatan.
Namun, ia menegaskan bahwa usulan tersebut belum dibahas lebih lanjut karena fokus utama pemerintah saat ini adalah penanganan korban kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line jurusan Cikarang.
Arifah menegaskan bahwa keselamatan seluruh penumpang, baik perempuan maupun laki-laki, merupakan prioritas utama. Pemerintah, menurutnya, tengah memastikan penanganan optimal bagi korban, termasuk perawatan medis dan dukungan psikologis.
Ia juga mendorong perusahaan tempat korban bekerja untuk memberikan kelonggaran bagi pekerja yang terdampak agar dapat menjalani masa pemulihan tanpa kehilangan hak-haknya.